Riau

Pemkab Inhil Dukung Penuh Kemajuan Destinasi Wisata Religi Makam Tuan Guru Sapat di Desa Teluk Dalam

RIAUPEDIA.COM - Destinasi Wisata Religi yang ada di Desa Teluk Dalam, Kecamatan Kuala Indragiri (Kuindra), Kabupaten Indragiri Hilir (Inhil) menjadi daya tarik tersendiri bagi masyarakat setempat, bahkan hingga ke sejumlah daerah yang ada di dalam dan luar negeri.

Oleh karena itu, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Inhil melalui Organisasi Perangkat Daerah (OPD) terkait terus melakukan berbagai langkah dan terobosan dalam mendukung penuh upaya memajukan Destinasi Wisata Religi di desa tersebut.

Apalagi, selain menjadi tempat yang hampir setiap harinya dikunjungi masyarakat untuk berziarah, di wilayah setempat juga digelar kegiatan akbar yang menjadi agenda rutin tahunan Pemerintah Daerah (Pemda), yakni Haul Syekh Abdurrahman Siddiq bin Muhammad Afif Al-Banjari.

Loading...

Seperti pada Kamis, 23 Februari 2022 lalu, di wilayah yang dipimpin oleh Kepala Desa (Kades) M Irham ini, kembali dilaksanakan haul tokoh ulama kharismatik yang juga dikenal masyarakat luas dengan sebutan Tuan Guru Sapat ke-86.

Tidak hanya dihadiri oleh para pejabat di Kabupaten Inhil saja, seperti Bupati HM Wardan, Wakil Bupati (Wabup) H Syamsuddin Uti dan unsur Forkopimda, tetapi juga diikuti sejumlah pejabat dari daerah tetangga, seperti Provinsi Bangka Belitung (Babel), Jambi dan Kalimantan Selatan (Kalsel).

Terlihat pula ribuan jama'ah yang datang dari berbagai tempat memadati lokasi kegiatan atau tepatnya di Masjid Al-Hidayah dan antusias mendengarkan ceramah agama yang disampaikan oleh Tuan Guru KH Rudy Khairuddin dari Banjarmasin, Kalsel.

Ketika itu, Bupati Wardan dalam sambutannya berharap agar kegiatan tersebut dapat dijadikan momentum untuk meneladani sosok Tuan Guru Sapat, sarana mempererat tali silaturrahmi antar sesama muslim, serta meningkatkan keimanan dan ketakwaan kepada Allah SWT.

Orang nomor satu di Negeri Seribu Parit Hamparan Kelapa Dunia ini menilai, sosok Tuan Guru Sapat merupakan ulama cerdas yang banyak melahirkan tulisan mengenai ilmu agama Islam dan menjadi rujukan umat, tidak hanya di Indonesia, tetapi sampai ke luar negeri, seperti Malayasia, Singapura dan Thailand.

"Ada beberapa hikmah yang harus kita ambil pelajaran dari almarhum Tuan Guru ini. Pertama, beliau belajar sepanjang masa, tidak ada mengenal puas, apalagi putus asa. Almarhum tidak berhenti belajar kemana-mana. Kedua, almarhum selalu bekerja keras. Ketiga, rajin berinfaq dengan iklhas. Keempat, ajarkanlah ilmu pengetahuan," pesannya.


Loading...