Eksbis

Dukung Bupati Herman, 267 Pedagang Subuh di Tembilahan Siap Direlokasi

Bupati Indragiri Hilir Herman.

TEMBILAHAN - Sebanyak 267 pedagang subuh di Tembilahan, Indragiri Hilir (Inhil), Riau, menyatakan dukungannya terhadap kebijakan relokasi yang digagas pemerintah daerah. Para pedagang sepakat pindah demi penataan Pasar Induk Jalan Yos Sudarso agar lebih bersih dan tertata.

Dukungan itu ditandai dengan kehadiran para pedagang dalam pencabutan undian tempat di Aula Dinas Koperasi UKM Perdagangan dan Perindustrian (DKUPP) Inhil, Rabu (13/5/2026). Mereka juga telah menandatangani surat pernyataan siap direlokasi.

Bupati Inhil H. Herman mengapresiasi sikap para pedagang. Menurutnya, hal ini menjadi sinyal kuat bahwa masyarakat ingin adanya perubahan besar di kawasan pasar yang sudah bertahun-tahun semrawut.

Loading...

"Selama bertahun-tahun, Pasar Induk Tembilahan memang dinilai sudah jauh dari kata layak. Kondisi bangunan sebagian besar rusak, lapak tidak tertata, lingkungan kumuh dan becek, hingga munculnya keluhan praktik pungutan liar," kata Herman saat dihubungi, Rabu (13/5).

Herman menegaskan, penataan ini adalah upaya menghadirkan pasar yang lebih nyaman bagi pedagang maupun pembeli. Ia ingin pusat ekonomi tersebut tidak lagi identik dengan kesan kumuh.

"Ini merupakan harapan bersama, tidak hanya pemerintah, tetapi juga para pelaku usaha yang menggantungkan penghidupan di sana," tambahnya.

Sementara itu, Kepala DKUPP Inhil Dr. Trio Beni Putra menjelaskan, para pedagang akan direlokasi dari kawasan Lapangan Ex-Air Mancur Tembilahan menuju Lapangan RTH Tembilahan. Ia menekankan bahwa kebijakan ini bukan merupakan penggusuran.

"Relokasi ini bukan penggusuran. Ini tahapan penataan untuk mendukung proses pembangunan pasar induk agar lebih baik, lebih tertata, dan lebih manusiawi bagi pedagang maupun masyarakat," tegas Trio.

Trio juga menjamin bahwa seluruh pedagang yang direlokasi akan mendapatkan lapak secara cuma-cuma. Hal ini dilakukan agar aktivitas perdagangan tetap berjalan selama proses pembangunan berlangsung.

"Pemerintah menjamin seluruh pedagang yang direlokasi akan mendapatkan lapak dagangan secara gratis. Penataan ini juga menjadi bagian upaya pemerintah menciptakan sistem pengelolaan pasar yang profesional dan transparan, meminimalisir pungli," terangnya.

Di sisi lain, para pedagang menyambut baik langkah pemda. Salah seorang pedagang mengaku tidak keberatan harus pindah asalkan fasilitas pasar nantinya jauh lebih baik.

"Kalau untuk kebaikan bersama, tentu kami mendukung. Pasar memang sudah harus dibenahi. Kami ingin tempat berdagang yang lebih nyaman, tertata dan aman," ujar salah seorang pedagang usai pengundian lapak.

Mereka berharap pembangunan pasar induk yang baru segera terwujud agar transaksi jual beli menjadi lebih tenang. "Kami siap pindah. Yang penting nanti pasar induk jadi lebih bagus, pembeli nyaman, dan pedagang tenang berjualan," pungkas pedagang lainnya.


Loading...







Tulis Komentar

Loading...
Video