Milyaran Rupiah Dianggarkan, Ternyata Masih ada Jembatan Maut di Inhil

Foto: Jembatan rusak di Inhil (detikcom)

Indragiri Hilir, (Riaupedia.com) - Disaat Pemerintah Daerdah Kabupaten Indragiri Hilir Menganggarkan Milyaran Rupiah Melalui Program Desa Maju Inhil Jaya (DMIJ) untuk pembangunan desa yang ada dikabupaten inhil, ternyata masih ada pembangunan yang luput dari pantauan Pemerintah.

Jembatan usang di Desa Teluk Kiambang, Kecamatan Tempuling Kabupaten Indragiri Hilir sangat tidak layak untuk dilewati bahkan sangat membahayakan bagi yang melintas. Jembatan yang melintang di atas sungai itu terbuat dari pancang-pancang kayu. Jembatan itu dibiarkan begitu saja sebagai lintasan 'maut' warga setempat.

Di atas jembatan, dilintangkan juga papan-papan lapuk yang susunannya tak tentu arah. Jembatan ini pun mering ke kiri dan ke kanan tak beraturan. Di atas jembatan itu, akses warga saban hari.


Anak-anak SD setiap hari melalui jembatan yang penuh risiko itu. Mereka berjalan tertatih-tatih karena tak ada tiang untuk berpegangan. Mereka berjalan kadang membentangkan kedua tangannya untuk penyeimbangan badan agar tidak jatuh. Sungguh miris.

"Yang kami khawatirkan itu kalau-anak-anak pergi dan pulang sekolah. Mereka jarang ditemani orang tuanya, karena orang tuanya juga sibuk bekerja," kata Ketua RT setempat, Masrial seperti dilansir dari detik.com.(7/8/2018).

Jembatan kayu ini sudah 10 tahun tak terurus dengan baik. Jika ada papan yang lapuk, warga pun menggantinya secara swadaya. Belum ada perhatian dari Pemerintah.

"Kita bergotong royong kalau ada papan-papan yang mulai lapuk. Tapi ya gitulah, kondisinya tetap saja membahayakan buat anak-anak yang melintas," kata Masrisal.

Setiap hari, ada 30 anak SD yang melintasi jembatan ini untuk pergi dan pulang sekolah. Sebenarnya ada jembatan yang layak dilalui dengan kendaraan roda dua dan roda empat. Hanya saja, jaraknya sekitar 2 Km dari desa itu.

Sehingga, jembatan papan yang busuk itu tetap menjadi primadona sebagai akses utama warga setempat. Termasuk para orang tua di sana. Untuk salat jumat, mereka juga harus melintas di jembatan itu.
"Masjid untuk salat jumat ada di seberang RT kami, ya jadi memang jembatan ini buat akses semua warga di desa kami," kata Masrisal. (rpc)



Riaupedia.com