Hukrim

Restorasi Mangrove di Concong, Polda Riau Tegaskan Komitmen Kelestarian Lingkungan

Kapolda Riau Irjen Pol Herry Heryawan saat melakukan penanaman mangrove bersama Forkopimda Inhil.

INDRAGIRI HILIR - Kepolisian Daerah (Polda) Riau menegaskan komitmennya dalam menjaga kelestarian lingkungan, khususnya kawasan hutan mangrove yang kian terancam pembalakan liar dan abrasi. Polda Riau tak hanya mengedepankan penegakan hukum, tetapi juga mendorong hadirnya solusi ekonomi alternatif bagi warga sekitar.

Hal tersebut disampaikan Kapolda Riau Irjen Pol Herry Heryawan saat menggelar aksi penanaman mangrove bersama Forkopimda Indragiri Hilir (Inhil) di Kecamatan Concong.

Sebelumnya, jajaran Polda Riau telah menguak sejumlah kasus pembabatan mangrove di beberapa daerah. Di antaranya yakni penyitaan 105 hektar lahan di Kecamatan Pasir Limau Kapas yang melibatkan dua tersangka, kasus pembabatan 3 hektar di Kabupaten Rokan Hilir (Rohil), hingga penindakan kasus serupa di Kabupaten Kepulauan Meranti.

Loading...

Irjen Herry menekankan pentingnya pendekatan yang adil dan seimbang dalam menjaga ekosistem. Menurutnya, penanganan harus menggabungkan tindakan preventif, represif, serta pemulihan atau restorasi.

"Penegakan hukum tetap kita lakukan secara adil dan seimbang. Namun, kita juga harus bersinergi dengan pemerintah daerah untuk memberikan pemahaman dan solusi. Kita cari jalan keluar bersama, seperti membuka lapangan pekerjaan alternatif bagi warga agar tidak lagi bergantung pada pembalakan mangrove," kata Irjen Herry.

Untuk mendukung langkah restorasi, Polda Riau terus memperkuat kolaborasi bersama Pemerintah Provinsi Riau, Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan (DLHK), UPT terkait, hingga kementerian.

Tak cuma penindakan di lapangan, pendekatan edukatif juga terus digencarkan melalui program Green Policing. Kesadaran menjaga alam ditanamkan sejak dini dengan melibatkan anak-anak sekolah tingkat dasar hingga PAUD dalam kegiatan penanaman pohon.

Upaya konsisten yang berjalan hampir 1,5 tahun ini diharapkan dapat mengikis stigma negatif yang selama ini melekat pada wilayah Riau.

"Stigma bahwa Riau adalah daerah penghasil atau pengeskpor asap harus kita ubah bersama-sama. Ini bukan sekadar tentang masa jabatan, tapi bagaimana kita bisa menanamkan kesadaran dan melakukan restorasi secara terus-menerus demi masa depan anak cucu kita," pungkas Herry.


Loading...







Tulis Komentar

Loading...
Video